Minggu, 23 Desember 2012

laporan paraktikum epidermis daun rhoe discolor


BAB I
PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang
Anatomi tumbuhan atau fitotomi merupakan analogi dari anatomi manusia dan hewan. Walaupun secara prinsip kajian yang dilakukan adalah melihat keseluruhan fisik sebagai bagian-bagian yang secara fungsional berbeda, anatomi tumbuhan menggunakan pendekatan metode yang berbeda dari anatomi hewan. Organ tumbuhan terekspos dari luar, sehingga umumnya tidak perlu dilakukan “pembedahan”. Anatomi tumbuhan biasanya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan heirarki dalam kehidupan, yaitu: (1) sitologi, mempelajari struktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya, proses kehidupan dalam sel, serta hubungan antara satu sel dengan sel yang lainnya, (2) histologi, mempelajari struktur dan fungsi jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya, dan (3) organologi, mempelajari struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan-jaringan penyusunnya.
Sel-sel penyusun tubuh tumbuhan yang berasal dari pembelahan sel embrional akan berdiferensiasi menjadi bermacam-macam susunan yang selanjutnya disebut jaringan. Jaringan merupakan kelompok sel-sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama. Pengelompokkan jaringan tubuh tumbuhan didasarkan atas letaknya pada tubuh, tipe selnya, fungsinya, asalnya, dan tingkat perkembangannya. Salah satu jaringan yang menyusun tubuh tumbuhan adalah jaringan pelindung.
b.      Rumusan Masalah

à        Bagaimana penjelasan tentang jaringan epidermis?à        Bagaimana bentuk epidermis pada tumbuhan rhoe discolor?



c.       Tujuan

à        Untuk memahami lebih jelas tentang epidermis.
à        Untuk mngetahui epidermis pada tumbuhan rhoe discolor


d.      Manfaat
à        Memperoleh pengetahuan lebih jelas tentang jaringan epidermis pada tumbuhan.
à        Mempermudah para pembaca untuk bisa lebih mudah mengetahui tentang jaringan epidermis pada daun rhoe discolor.





















BAB II
KAJIAN TEORI

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda. Jaringan tumbuhan terbagi menjadi 2, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen atau dewasa.
  1. Jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan embrional (jaringan muda) yang sel-selnya masih aktif membelah secara mitosis.
Ø  Ciri-cirinya:
·         Ukuran selnya kecil
·         Kaya sitoplasma.
·         Dinding selnya tipis
·         Ukuran nucleus besar
·         Berbentuk kuboid (persegi empat atau kubus)
Ø  Jaringan meristem berdasarkan asal pembentukannya:
a.      Promeristem
b.      Meristem primer
§  Berasal dari jaringan embrional.
§  Terdapat pada pucuk batang dan ujung akar.
§  Menyebabkan pertumbuhan primer, yaitu pertambahan tinggi atau panjang akar.
c.       Meristem sekunder
§  Berasal dari jaringan dewasa yang berdiferensiasi.
§  Menyebabkan pertumbuhan sekunder, yaitu pertumbuhan diameter batang dan akar serta pembentukan jaringan pembuluh.
§  Contohnya cambium gabus (felogen) dan cambium vaskuler.

Ø  Jaringan meristem berdasarkan letaknya:
a.       Meristem apikal, terdapat pada pucuk batang dan ujung akar,
b.      Meristem lateral, terdapat pada tepi akar dan batang tumbuhan dikotil.
c.       Meristem laterkalar, terdapat di antara ruas-ruas batang tumbuhan rumput-rumputan.
  1. Jaringan permanen
Jaringan permanen atau jaringan dewasa merupakan jaringa yang tersusun oleh sel-sel yang tidak aktif membelah lagi.
Ø  Jaringan dewasa meliputi:
a.      Jaringan pelindung (epidermis)
o   Jaringan epidermis merupakan lapisan terluar tubuh tumbuhan.
o   Ciri-ciri:
§  Tersusun dari sel hidup.
§  Berbentuk persegi panjang.
§  Susunannya rapat sehingga tak ada ruang antar sel.
b.      Jaringan dasar (parenkim)
o   Jaringan parenkim merupakan tempat bagi beberapa proses penting pada tumbuhan, seperti fotosintesis, respirasi, sekresi, ekresi, transportasi, dan penyimpangan cadangan makanan.
o   Ciri-ciri jaringan parenkim:
§  Tersusun dari sel hidup.
§  Berdinding tipis.
§  Terdapat ruang antar sel.
c.       Jaringan penguat atau penunjang, meliputi:
Ø  Kolenkim
§  Ciri-ciri:
o   Terdiri dari sel-sel hidup
o   Tersusun rapat
o   Bagian sudut dinding mengalami penebalan selulosa
Ø  Sklerenkim
§  Ciri-ciri:
o   Tersusun atas sel-sel yang mati
o   Seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan
d.      Jaringan pengangkut
Ø  Xylem
§  Ciri-ciri:
o   Tersusun dari sel-sel yang mati
o   Batang sel sangat tebal
o   Tersusun dari zat lignin
Ø  Floem
§  Ciri-ciri:
o   Tersusun atas pembuluh tapis
o   Parenkim floem
o   Serabut floem
o   Sel pengiring

Dalam makalah ini akan di bahas lebih spesifik mengenai jaringan epidermis pada daun rhoe discolor dalam bab pembahasan.















BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu :
a.       Mikroskop biologi
b.      Kotak peralatan, berisi :
·         Kaca preparat
·         Kaca penutup
·         Cawan petri
·         Pinset
·         Pipet tangan
c.       alat untuk mencatat hasil kerja terdiri dari:
·         Pensil
·         Penghapus
·         Penggaris
·         Jangka
·         Buku
2. Bahan
Adapun bahan dari percobaan ini yaitu :
·         Daun Rhoe discolor
·         Air suling

B.     Langkah Kerja
1.      Menyiapkan Mikroskop dengan Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan
2.      Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubusdengan Memperhatikan keadaan ruang praktikum, darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan, kiri, atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung.
3.      Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan dengan cara Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari, tubus turun, jarak objektif dengan meja sediaan mengecil, kemudian sebaliknya. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun, maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer.
4.      Membuat Preparat Sederhana. Caranya Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin kemudian Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah. Setelah itu buat  sayatan melintang pada daun rhoe discolor setipis mungkin kemudian letakkan pada kaca preparat.
5.      Mengganti Perbesaran Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran) Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar, kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari, memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah sebelumnya.
6.      gambar hasil pengamatan jaringan epidermis pada daun rhoe discolor pada mikroskop.

















BAB IV
HASIL PERCOBAAN

1.Epidermis Daun Rhoeo discolor
Gambar hasil pengamatan
Gambar epidermis daun Rhoe discolor

Keterangan
Pada pengamatan daun Rhoeo discolor pada mikroskop cahaya terlihat jaringan epidermis pada daun Rhoe discolor yang berbentuk persegi panjang dan susunan selnya rapat yang berfungsi sebagai pelindung sel-sel yang ada dibawahnya. Dan juga terdapat stoma,stoma ini terdiri dari satu porus atau celah dan dua sel penutup yang mengapitnya. Stoma berperan penting dalam proses respirasi dan transpirasi tumbuhan.






BAB V
PEMBAHASAN

A.    Bagian-bagian pada daun
  • Kutikula adalah lapisan pelindung lilin pada sisi atas daun, hal ini membantu tanaman menahan air.
  • Epidermis Atas (botani: epidermis bawah daun) ini terdiri dari sel-sel epidermal jelas hanya lapisan tebal sel tunggal. Sel-sel ini rapat berperan dalam perlindungan dari dunia luar. sel epidermal berisi salah satu dari prekursor (cutin) untuk kutikula. Sel-sel epidermal juga bertanggung jawab untuk bagian struktur dalam pada tanaman mengalami modifikasi menjadi trikoma alias rambut halus , spina duri , bulu akar dll.
  • Di bawah epidermis terdapat jaringan Parenkim Palisade sel mesofil. rapat membentuk pagar / tiang didalamnya terdapat klorofil (sel-sel hijau daun) berisi kloroplas untuk fotosintesis dengan menyerap sinar matahari, dan mengubah air dan CO2 menjadi gula.
  • Jaringan Parenkim spons adalah sekelompok sel yang longgar yanpa bentuk digunakan untuk pertukaran gas.
  • Jaringan pengangkut yang terkandung di dalam lapisan mesofil. berupa Xilem adalah pembuluh pengangkut air dan mineral berupa nutrisi yang dibawa dari akar ke daun. Floem adalah salutan transportasi yang berisi hasil fotosintesis yang dibuat oleh fotosintesis yang terjadi di daun
  • Epidermis bawah (botani: Abaxial epidermis) berisi 2 jenis sel, dan sel penjaga stomata:
  • Stoma (jamak: stomata) adalah pori antara sepasang sel penjaga yang memungkinkan tanaman untuk bernapas. Daun perlu CO2 (karbon dioksida) untuk fotosintesis, dan membuat O2 (oksigen) sebagai hasil sampingan suatu.
  • Karena dalam tanaman sebagian besar terdiri dari air, dalam rangka pengambilan CO2 maka tanaman harus menggantikannya ke lyngkungan dengan uap air dari dalam daun, ini disebut transpirasi/ evaporasi .
  • Guard Sel adalah sel-sel berbentuk kacang yang mengontrol stomata. Mereka mengandung kloroplas, sehingga mereka bisa fotosintesis membuat gula, tugas mereka adalah untuk mengetahui berapa jumlah air yang diperlukan dalam proses dan menutup stomata untuk menghentikan transpirasi.
B.     epidermis pada daun rhoe discolor
Jaringan epidermis daun ada 2,yaitu epidermis atas pada sisi adaksial dan epidermis bawah pada sisi abaksial. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel epidermis yang berukuran seragam dan sebagian besar hanya tersusun 1 lapis. Namun ada juga yang tesusun berlapis seperti pada daun mentega atau Nerium oleander. Pada daun nerium jaringan epidermis nampak berlapis 2-3 lapisan,hal ini merupakan salah satu bentuk adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan kering. Dikatakan sebagai epidermis berlapis apabila sel-sel penyusunnya berasal dari sel inisial yang sama yaitu protoderm, namun jika berasal dari sel inisial yang berbeda maka disebut sebagai hipodermis.
Pada beberapa daun, permukaannya terasa halus,hal ing diakibatkan adanya papila atau tonjolan tonjolan pada sel-sel epidermis.
Ciri lain dari sel epidermis pada daun yaitu tidak terdapat kloroplas,kecuali pada beberapa tanaman yang daunnya terenda di air contohnya Hydrilla verticillata.
Begitu pula jaringan epidermis pada daun rhoe discolor yang sama dengan jaringan epidermis pada daun umumnya.
C.     Epidermis dan derivatmya
Pada jaringan epidermis daun juga ditemukan adanya derivat epidermis antara lain:
1. Stomata
Stomata merupakan derivat epidermis yang ada pada seluruh daun pada setiap tanaman.Stomata terdiri atas sel penjaga dan lubang stomata.
pada sebagian besar tanaman dikotil menurut bentuk sel penjaganya memiliki tipe ginjal sedangkn pada monokotil bertipe halter.
2. sel kipas
Pada beberapa tanaman suku cyperaceae,tepi daunnya menggulung seperti pada daun sereh
atau Cymbopogon Nardus. Penggulungan daun ini diakibatkan karena adanya sel-sel kipas,yaitu sel-sel epidermis yang berukuran besar. Penggulungan daun ini merupakan salah satu bentuk adaptasi tanaman yaitu untuk mengurangi penguapan.
  1. .Sel Litosit
Derivat epidermis ini hanya terdapa pada beberapa daun saja misalnya pada daun nerium oleander. Sel litosit berukuran besar dan berbeda dengan sel sel disekitarnya karena mengandung sistolit yang tersusun atas kristal kalsium karbonat. Sistolit ini menggantung pada suatu tangkai yang dinamakan tangkai selulosa.
4.Trikoma
trikoma merupakan derivat epidermis yang berasal dari penonjolan sel epidermis layaknya papila namun pada trikom tonjolan yang dibentuk lebih panjang dan dapat lepas dari sel epidermis. Contohnya pada permukaan bawah daun Durian atau Durio zibetinus, bila di raba terasa kasar karena adanya trikoma. Trikoma ini juga berfungsi sebagai penghambat penguapan.
5.Sel gabus
Derivat epidermis contohnya pada epidermis tanaman tebu. Selnya mengalami penebalan sehingga lumennya sempit.
Pada daun rhoe discolor hanya ada derivat epidermis yang berupa stomata. Seperti pada gambar hasil percobaan di bab 4. Pada daun rhoe discolor stomatanya lebih banyak di bandingkan dengan daun pada umumnya dan  berada di bagian bawah karena termasuk tumbuhan darat.




BAB VI
PENUTUP
a.      simpulan
Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda. Jaringan tumbuhan terbagi menjadi 2, yaitu jaringan meristem dan jaringan permnen atau dewasa.
Jaringan epidermis merupakan jaringn terluar dari pada organ tumbuhan (akar, batang,daun,bunga,buah dan biji yang belum mkengalami pembelahan sekunder). Adapun fungsinya yaitu melindungi jaringan yang terletak disebelah dalamnya sementara fungsi khususnya dapat disesuaikan dengan organ tertentu yang diselubunginya.
Epidermis dan derivatnya: Stomata,,Trikoma, Epidermis akar, Epidermis pada gramiane, Epidermis ganda(multiple epidermis), litosis.



1 komentar:

Chitrasari Nilalohita mengatakan...

numpang baca....terimakasih banyak ya :)

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates